Luncurkan ASEAN School Community Program, SMA IT Al Irsyad Purwokerto Perkuat Kiprah sebagai Sekolah Berstandar Internasional
LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto
09 Jun 2026 00:40:44

**PURWOKERTO** – SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah berwawasan global melalui peluncuran **ASEAN School Community Program**, sebuah program penguatan literasi ASEAN hasil kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), dan SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program *community development* yang bertujuan meningkatkan literasi dan pemahaman generasi muda mengenai ASEAN. Program tersebut akan menjangkau delapan sekolah di Kabupaten Banyumas dari jenjang SD, SMP hingga SMA, dengan SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto dipercaya menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan dan pengembangan program.

Kegiatan dihadiri oleh dosen Hubungan Internasional UNSOED, Dr. Tundjung Linggarwati, M.Si. dan M. Musa Al Hasyim, S.Sos., M.Si., serta dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Dra. Nurul Isnaeni, M.A., Ph.D. dan Yuni R. Intarti, M.Si. Turut hadir enam mahasiswa internasional penerima beasiswa di Universitas Jenderal Soedirman yang berasal dari Zimbabwe, Vietnam, Tanzania, Pakistan, Botswana, dan Afghanistan.

Dalam sambutannya, Kepala SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan langkah strategis sekolah dalam memperkuat posisi sebagai sekolah internasional.

*"SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto saat ini terus bertransformasi menuju sekolah internasional. Salah satu langkah strategis yang telah kami tempuh adalah implementasi kurikulum International Baccalaureate (IB) Diploma Programme. Selain itu, lulusan kami telah banyak melanjutkan pendidikan ke luar negeri, didukung oleh lingkungan pembelajaran berbahasa Inggris, keberadaan guru penutur asli (native teacher), serta berbagai program internasional yang terus kami kembangkan,"* ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sekolah sangat terbuka terhadap berbagai program kolaboratif yang memberikan pengalaman global bagi peserta didik.

*"Kami menyambut baik program-program internasional seperti ASEAN School Community Program karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami isu-isu global, membangun jejaring lintas budaya, dan mempersiapkan diri menjadi warga dunia yang tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,"* tambahnya.

Dra. Nurul Isnaeni, M.A., Ph.D. dari Universitas Indonesia menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto.

*"Kami melihat SMA IT Al Irsyad Purwokerto sebagai salah satu sekolah terbaik di Purwokerto yang sangat menjanjikan. Sekolah ini memiliki lingkungan belajar yang mendukung pengembangan wawasan global siswa. Program ini kami hadirkan untuk membangun kesadaran generasi muda tentang ASEAN sekaligus menumbuhkan minat mereka untuk belajar lebih jauh mengenai peran dan manfaat ASEAN bagi masa depan anak-anak muda Indonesia,"* ujarnya.

Sementara itu, Yuni R. Intarti, M.Si. menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di sekolah meliputi pemaparan materi mengenai ASEAN dan hubungan internasional oleh para dosen, sesi perkenalan mahasiswa asing beserta negara asal dan bidang studinya, permainan edukatif, kuisioner interaktif, pembagian doorprize, peresmian Pojok Literasi ASEAN, hingga hibah berbagai alat peraga dan buku literasi ASEAN untuk sekolah.

Sebanyak dua kelas, yakni kelas X-C Putra dan X-H Putri, menjadi peserta utama dalam kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan warga negara asing yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.

Mahasiswa internasional yang hadir antara lain Josep Mamvura dari Zimbabwe (S1 Akuntansi), Quach Phan Nhat Quynh dari Vietnam (S2 Hukum), Dorothea Clement Lymba dari Tanzania (S3 Biologi), Aqsa Khan dari Pakistan (S2 Biologi), Naledi Sebalo dari Botswana (S2 Kesehatan Masyarakat), dan Matiullah Mansoor dari Afghanistan (S2 Linguistik).

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif bertanya, berdiskusi, dan mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan oleh tim pelaksana. Interaksi langsung dengan para akademisi dan mahasiswa internasional menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasan mereka tentang kerja sama regional dan keberagaman budaya di kawasan ASEAN maupun dunia.

Peluncuran ASEAN School Community Program semakin mengukuhkan SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam penguatan karakter dan akademik, tetapi juga konsisten menghadirkan pengalaman belajar bertaraf internasional bagi peserta didiknya. Sejalan dengan implementasi International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP), sekolah terus memperluas kolaborasi global guna menyiapkan generasi Muslim yang berdaya saing internasional, berwawasan global, dan siap menjadi pemimpin masa depan.